Minggu, 22 Maret 2015

Vertical Garden (2)

Sebagai manusi pembelajar dan setahun belakangan saya fokus pada Multiple Intelligences, saya memahami dan hasil tes (nggak resmi) saya adalah cukup rendah dalam kecerdasan naturalis. Ini terbukti dengan selama bertahun-tahun hidup saya hampir tidak pernah berhasil merawat tanaman, apalagi punya cita-cita memiliki hewan piaraan. Mak jleb he he he.
Tetapi khusus untuk urusan Vertical Garden, saya berpikir terbuka bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang punya tekad kuat untuk membantu kelangsungan hidup makhluk hidup lain. Selain itu, saya tahu bahwa kecerdasan majemuk juga dapat berubah peringkatnya. Bukan tidak mungkin kecerdasan naturalis saya akan meningkat dengan keukeuh merawat Vertical Garden.
Maka saya belajar bahwa membuat wadah media untuk sebuah Vertical Garden ada beragam cara. Terlebih botol-botol bekas yang kami manfaatkan bermacam-macam. Ketika bekerja dengan peserta didik, kami biarkan mereka berkreasi dalam memotong wadah. Ada yang diposisikan vertical, ada yang mendatar, ada yang lubangnya tunggal, ada pula yang kanan kiri.
Media tanam yang kami gunakan adalah campuran tanah, pupuk organik ‘jadi’ dan sekam bakar. Ketiganya dicampur dengan komposisi 1 : 1 : 1. Ini saya pelajari dari bapak guru Pendidikan Lingkungan Hidup. 
Selanjutnya, campuran dimasukkan ke dalam wadah sampai hampir penuh. Lalu di bagian tengah, anak-anak menanam bibit tumbuhan. Kami tidak pilih-pilih. Bibit cabai, kacang panjang, kedelai, gambas, binahong sampai pepaya juga ditanam di media. Setelah wadah seisinya siap, diikat pada rangka Vertical Garden dengan menggunakan tali putih atau kawat kecil. Ritual ini diakhiri dengan menyiram menggunakan sprayer kecil. Namanya anak-anak, selesai dengan penyiraman tanaman, mereka akan lanjutkan dengan menyiram temannya. Yahhh ... baiklah.

Ternyata, masih juga tidak semudah itu, saudara-saudara. Mengapa? Tunggu edisi berikutnya.

2 komentar:

  1. menanam yg baik untuk menuai yg manfaat ya... lanjutkan!

    BalasHapus
  2. The one who plant will be the one who harvest, kira-kira bahasa sononya begitu :D

    BalasHapus