Kamis, 26 Maret 2015

Vertical Garden (5)

Merancang vertical garden, sudah. Membuat wadah dan media, sudah. Menanam biji, sudah. Menemukan alasan bertanam organik, sudah. Saatnya mengamati benih yang telah ditanam.
Benih yang telah ditanam sebaiknya disiram dengan menggunakan sprayer lembut. Ini sesuai petunjuk pada beberapa buku. Tidak ada alasan spesifik disebutkan, tetapi menurut saya, hal ini untuk mengurangi kemungkinan benih hanyut akibat kebanjiran siraman. J Kebayang dong nasib biji sawi yang bulat, dengan diameter tidak lebih dari 1 mm, atau lebih kecil lagi biji kemangi dan biji bayam bila mereka digelontor dengan air.
Sawi, gambas dan bayam, tidak sampai dua minggu sejak ditanam sudah mulai bertunas. Biji cabe, bertunasnya tergantung lokasi. Di media yang rajin kena air, dengan cepat ia bertunas dan mulai berdaun. Saya sempat ragu dengan benih sawi yang saya tanam. Dua helai daun pertama sama sekali tidak mirip daun sawi. Karena menurut buku, sawi baru siap menjadi bibit setelah tumbuh empat daun, maka saya bersabar dulu. Daun ketiga yang kemudian muncul baru mirip dengan sawi. Barulah saya lega. Saya tidak salah benih. J
Dua minggu kemudian, daun keempat sudah menyusul. Media tempat biji sawi tumbuh nampak mulai sesak. Menurut guru olahraga kami, ini saatnya memindahkan. Atau menurut istilah yang saya pelajari di Pramuka Saka Wanabakti, ini disebut penjarangan. Yaitu pengurangan populasi agar pertumbuhannya lebih maksimal. Penjarangan hanya dapat kami lakukan pada sawi, cabe dan gambas. Ini karena benih yang lain tumbuh kurang sehat, nampaknya.
Penjarangan kami lakukan dengan memindahkan anggota populasi ke media baru. Kami menggunakan wadah polybag dengan diameter sekitar 20 cm dan tinggi sekitar 30 cm. Media yang digunakan masih campuran sekam bakar, tanah dan pupuk kompos organik yang telah matang dengan rasio 1 : 1 : 1. Harga polybag memang tidak terlalu mahal. Setiap kilogram untuk ukuran di atas dapat diperoleh dengan harga Rp 25.000,00 yang isinya bisa 100 kantong. Nah, yang terasa berat justru mengisinya dengan campuran media. Terlebih, tanah bebas di sekitar kami tidak banyak. Sebagian besar sudah diisi tanaman hias dan pepohonan atau sudah dilapisi paving. Selain polybag, kami juga memanfaatkan bekas kemasan minyak goreng isi ulang. Bentuknya kan sudah mirip polybag. Voilla, berderetlah sawi, gambas dan cabe dalam wadah hitam atau kuning di bawah vertical garden.
Dalam media yang baru, tentu saja setiap individu tidak lagi berebut nutrisi dan tumbuh kerdil. Dibantu sinar matahari dan air yang cukup, jumlah daunnya terus bertambah. Tingginya melesat. Sulur-sulur gambas mulai membelit ke sana kemari mencari pegangan. Semoga terus demikian. Semata agar mereka sempurnya menjalani tugasnya.
Mengamati pertumbuhan tanaman itu setiap pagi, rasanya menenangkan sekali. Ini sangat mirip dengan saat-saat yang saya lewatkan untuk mengamati pertumbuhan dan pertumbuhan kedua buah hati saya dan anak-anak di sekolah. Teruslah tumbuh. Semoga menjadi makhluk hidup yang kuat, besar dan bermanfaat, sesuai tugas kehidupan yang diemban dari Sang Khalik.

Apa masalah berikutnya? Lihat besok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar