Rabu, 25 Maret 2015

Vertical Garden (4)


Konsep vertical garden kami adalah organik, maka sejak persiapan sampai panen harus menggunakan cara-cara pertanian organik. Sebelumnya, yang saya tahu tentang pertanian organik adalah produk sayuran yang dihasilkan bolong-bolong karena tidak diperkenankan menggunakan insectisida buatan. Justru bolongnya itu yang menjadi ciri khas sayuran organik. Betulkah?
Dalam mencari informasi tentang pertanian organik, salah satu referensi saya adalah buku “Bertanam Sayuran Organik bersama Melly Manuhutu”, yang ditulis oleh Melly Manuhutu dan Bernard T. Wahyu W. Buku ini diterbitkan oleh Agromedia Pustaka.
Menurut buku itu, konsep pertanian organik adalah sistem pertanian yang tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia (pengantar redaksi). Dalam pelaksanaannya, tahun pertama bertani organik, pada lahan yang sebelumnya menggunakan sistem pertanian biasa, belum bisa dikatakan organik. Lahan harus mendapat perlakuan khusus dan digunakan untuk bertanam organik beberapa siklus, sehingga kandungan bahan kimia dalam tanah terus berkurang. Setelah lulus uji laboratorium tentang kandungan bahan kimia sesuai standar, barulah seratus persen pertanian organik bisa diterapkan dan produk yang dihasilkan diakui sebagai produk organik. Tidak mudah, memang. Tetapi lihatlah dari segi manfaatnya.
Menurut Melly, sayuran organik lebih enak dan renyah. Bahkan wortelnya lebih manis. Meskipun kebanyakan daun sayuran organik berlobang bekas gigitan ulat, justru lobang-lobang ini menjadi trade mark. Unik juga ya. Maka kami juga harus menerapkan hal ini di vertical garden. Tanda-tanda bakal mendapat pengalaman ini saya rasakan waktu melihat ada kupu-kupu terbang di sekitar vertical garden. Selang beberapa hari, saat menyiram sawi, saya menemukan seekor ulat mungil yang terpaksa diberangus sebelum menghajar seluruh tanaman. Begitu pula kutu daun di pucuk tanaman cabe yang masih mungil dan gejala daun cokelat pada tanaman kacang. Nah, berarti kehadiran mereka harus senantiasa diperhatikan. Walau, untuk sementara kami belum tahu cara memberantas dengan musuh alaminya, kami cukupkan dengan menghilangkan bagian tanaman yang diserang.

Kalau soal produk yang lebih enak, lebih renyah dan lebih manis, ya kita lihat beberapa bulan mendatang. Next edition, saya akan berbagi tentang penjarangan tanaman. Apakah itu? Besok ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar